Proses Arsitek Menciptakan Karyanya

Bagaimana arsitek menciptakan karyanya.
 Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa masyarakat (awam dan profesi) tertarik untuk ménelaah suatu karya arsitektur. Pertama : karya arsitektur mengandung sesuatu yang dapat membangkitkan daya tarik, karena kehadirannya yang tepat (waktu, kebutuhan, dominasi trend atau gaya dan keunikan), atau justru karena kesalahan atau kelemahan yang terdapat pada karya arsitektur tersebut. Kedua, yang menjadi alasan adalah justru karena karya arsitektur hadir secara wajar-wajar saja.
Disisi lain, pada setiap periode kekaryaan seorang arsitek ada dua kemungkinan, yaitu apakah karya arsitektur tersebut dapat mempengaruhi arsitek lainnya atau karya arsitektur tersebut merupakan suatu karya yang arsiteknya dalam tahap menyempurnakan diri sendiri. Karena masing-masing mempunyai ciri khas yang dapat ditelaah melalui konsep-konsep arsiteknya.
 1.    Pentingnya Konteks Biografis & Historis.
Konteks histories dan biografis, merupakan jalan yang harus dilalui menuju pengartikulasian yang lebih terjaga ketepatannya, melalui telaah kritis arsitek, konsep dan karyanya. Lebih jauh lagi : pikiran, renungan dan harapan apa yang mungkin ingin disampaikan seorang arsitek dalam karyanya. Karena mengungkapkan sisi-sisi yang melatarbelakangi munculnya karya-karya tersebut secara luas, yakni sisi interen : kondisi / biografi arsiteknya, dan sisi ekstern kondisi histories lingkungan, tempat dan masa karya itu dilahirkan. Yang menyangkut kondisi arsitektural maupun non-arsitektural. Sehingga dengan demikian akan dapat terungkap mengapa arsitek memperjuangkan idealisme arsitekturnya.
 2.    Ujud Konteks Biografis.
Konteks biografis adalah sisi intern latar belakang karya arsitektur, yakni sisi pribadi arsiteknya. Yang akan memberikan ciri khas pada karya melalui proses kreatif yang mempunyai banyak pendorong dan pengaruhnya.
Proses karya kreatif disini adalah keinginan yang selalu dimiliki arsitek, untuk membentuk / menciptakan karya dan selalu berada dalam kegiatan kreatif, seperti dianalogikan dari pendapat Sachari, sedangkan pendorong-pendorong dan pengaruh-pengaruh dalam proses karya kreatif adalah :
  • Pengaruh lingkungan :
Lingkungan luar yang merupakan sesuatu diluar lingkungan arsitek yang merupakan jangkauan hidup sehari-hari arsitek, dan lingkungan dalam yakni tempat arsitek dilahirkan, dibesarkan, dikembangkan dan tempat hidup sehari-hari. Serta lingkungan dalam hakiki yakni lingkungan batin terdalam si arsitek.
  •  Sarana :
Fasilitas, alat perkakas, bahan dan segala hal untuk kemudahan praktek studio termasuk pelbagai medium olahan arsitek yang pemilihannya berada dalam mekanisme yang dimiliki si arsitek.
  •  Ketrampilan (interaksi pribadi seniman dan sarana) :
Kemampuan menggunakan segenap sarana fisik dan batin pada diri arsitek secara tanggap, peka, tajam efektif serta dinamikanya tetap didalam kerangka ekonomi yang diharapkan. Ketrampilan yang khas (berbeda dengan yang lain), mempengaruhi proses kreatif dan hasil karya.
  •  Orginalitas :
Keinginan untuk “lain” dalam menghadapi karya-karya desai rekannya sejaman, atau dari jaman berasal dari lingkungan yang sama / berlainan, memiliki kualitas setaraf / lebih tinggi / lebih rendah. Atau naluri yang tak membenarkan peniruan (imitasi) apalagi penjiplakan (plagiasi).
  •  Penghragaan :
Kehendak untuk memeriksakan karyanya lepada dan menerima umpan balik (feed-back) dari masyarakat, disamping memperolah penghargaan dan imbalan melalui penugasan yang dilaksanakan.
  •  Ciri khas / jati diri (gejala akibat interaksi antara pribadi seniman dengan lingkungan) :
Ciri khas lahir pada karya yang berurat akar pada seluruh unsur pendorong proses kreatif yang selalu hidup pada arsitek. Ciri khas lahir estela karya diciptakan, dan dapat dideteksi gejalanya estela lewat kurun waktu yang panjang.
Diantara faktor-faktor pendorong / pengaruh proses kreatif terdapat kaitan sangat erat satu sama lain dan saling mempengaruhi. Maka dari rangkuman faktor-faktor tersebut diatas, didapatkan wujud konteks biografis dari arsitek :
  • Perjalan hidup :
Perkembangan pribadi arsitek dengan pengaruh lingkungan (lingkungan keluarga, masyarakat dan batin terdalam), termasuk pula pengaruh ketrampilan dan sarana yang terwujud dalam bakat dan hoby yang memungkinkan mendukung proses kreatif.
  • Perjalanan pendidikan dan pekerjaan :
Merupakan perkembangan ketrampilan dan sarana arsitek dan pengaruh pendukung ketrampilan.
  • Pandangan hidup, pandangan arsitektural dan sikap keprofesian :
Merupakan perpaduan antara lingkungan, apresiasi, karya dan ciri khas.
  • Prestasi khusus dan penghargaan-penghargaan :
Merupakan perpaduan ketrampilan, sarana, karya, originalitas, apresiasi dan ciri khas

Comments :

0 komentar to “Proses Arsitek Menciptakan Karyanya”

Poskan Komentar

Daily Categories